TechnoUpdate News

Adopsi AI Melesat, Produktivitas Perusahaan Indonesia Naik hingga 68%

Adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kalangan perusahaan Indonesia kian masif, dengan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas bisnis.

Amazon Web Services (AWS) mengungkapkan jumlah perusahaan di Indonesia yang mengadopsi teknologi AI meningkat 47 persen sepanjang 2025. Lonjakan adopsi tersebut berbanding lurus dengan kinerja bisnis, di mana produktivitas perusahaan tercatat naik hingga 68 persen berkat pemanfaatan AI.

Peningkatan ini mencerminkan perubahan cara perusahaan menjalankan operasional, mulai dari otomatisasi proses bisnis, analisis data yang lebih cepat dan akurat, hingga pengambilan keputusan berbasis data. AI tidak lagi dipandang sebagai teknologi eksperimental, melainkan telah menjadi alat strategis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

AWS menilai perusahaan-perusahaan di Indonesia semakin menyadari nilai tambah AI dalam menghadapi tantangan bisnis, termasuk tekanan biaya, tuntutan kecepatan layanan, serta kebutuhan inovasi yang berkelanjutan. Pemanfaatan AI membantu perusahaan memangkas pekerjaan manual, meningkatkan akurasi operasional, dan mengalokasikan sumber daya manusia ke aktivitas bernilai tambah lebih tinggi.

Tren adopsi AI ini juga menunjukkan perubahan budaya kerja di dunia usaha. Perusahaan mulai mengintegrasikan AI dalam berbagai fungsi, seperti layanan pelanggan, manajemen rantai pasok, pemasaran, hingga pengembangan produk. Hasilnya, proses kerja menjadi lebih lincah dan responsif terhadap dinamika pasar.

Meski demikian, peningkatan adopsi AI juga menuntut kesiapan sumber daya manusia. AWS menekankan pentingnya peningkatan keterampilan digital agar tenaga kerja mampu beradaptasi dan berkolaborasi dengan teknologi AI secara optimal. Tanpa dukungan talenta yang memadai, manfaat AI tidak akan maksimal.

Dengan pertumbuhan adopsi yang terus meningkat, AI diperkirakan akan memainkan peran semakin besar dalam transformasi digital perusahaan Indonesia. Ke depan, perusahaan yang mampu memanfaatkan AI secara strategis diyakini akan memiliki keunggulan kompetitif lebih kuat di tengah persaingan global yang kian ketat.

Back to top button